11 April 2011

Daily Hijab (3)

Kali ini saya sedang menyukai kerudung pasmina dari bahan yang strech, karena gampang untuk dibentuk dan cepat memakainya. Cara memakainya hampir sama dengan daily hijad 2, yaitu bagian ujung direkatkan dengan jarum pentul di atas telinga. Karena kain lebih panjang, maka dibelitkan kekepala dua kali. Supaya pasmina tetap rapi, bagian samping diatas telinga disematkan bros. Untuk ciput saya tetap lebih menyukai bahan brokat. Agar tidak monoton baiknya gunakan warna yang berbeda dari pasmina, atau bisa dikombinasi dua warna sekaligus.


Agar jatuhnya sisa ujung yang panjang lebih rapi, maka disematkan korsase berbentuk bunga dibagian pundak.

8 April 2011

[Travelling] : Exploring Hongkong #Day 3

Di travelling hari ketiga kami menjelajah Hongkong, dari New Teritories, Lantau Island dan Hongkong Island. Meski tidak seluruhnya kami jelajahi, setidaknya kami telah menjejakkan kaki dibeberapa destinasi wisata Hongkong. Hal yang perlu dipersiapkan sebelum pergi ke Hongkong adalah hunting Obyek Wisata disana, kemudian mencari peta hongkong lengkap dengan nama nama jalan serta peta jalur transportasi atau searching via Google Map.


Setelah menetapkan obyek wisata yang akan dikunjungi, yang kami lakukan adalah mencari peta jalur transportasi setempat yaitu MTR. Setelah mencocokan lokasi obyek wisata dengan stasiun MTR terdekat kami membuat itenerary perjalanan hari itu. Mengingat obyek wisata yang akan kami kunjungi lebih banyak di HK Island dan Tsim ShaTsui maka kami memulai perjalanan kami dari Lantau Island, dilanjutkan ke HK Island kemudian sisa waktunya kami habiskan di sekitaran Tsim Sha Tsui/Kowloon. Selain itu juga banyak obyek wisata malam yang berada dikawasan tersebut.
Tarif MRT, Bus MTR serta Bus feeder bisa di download disini
MTR Bandara Disini


Untuk kemudahan pembayaran MTR kami menggunakan Octopus Card yang kami beli di stasiun yang pertama kali jumpai yaitu Stasiun Mongkok. Harga Octopus card untuk dewasa adalah 100 HKD ditambah Deposit sebesar 50 HKD, sehingga totalnya adalah 150 HKD. Selain untuk membayar MTR dan Bus, kartu ini juga bisa dipakai untuk membeli di Seven Eleven atau Restoran  fast food semacam KFC atau McCdonald. Untuk Deposit serta sisa Octopus card bisa direfund namun dipotong 3 HKD. Hati hati menyimpan Oktopus ini, jangan sampai hilang karena akan rugi sekali kalau sampai hilang, tips saya selalu simpan Octopus Card ini di tempat yang sama dan dibagian terluar kantong tas atau jaket. Kebetulan karena kemarin sedang musim dingin, maka saya menyimpannya di kantong terluar jaket saya. Oh ya perlu diketahui, orang orang Hongkong kalau berjalan sangat cepat sekali jadi mau tidak mau akhirnya kita juga menyesuaikan dengan mereka, bahkan ketika di travelator sekalipun mereka tetap berjalan cepat. Kemudian jika naik eskalator, sebaiknya selalu disisi kiri karena sisi kanan dipakai oleh mereka yang sedang terburu buru. Informasi seputar Octopus Card bisa di dapat disini

 
 Octopus card 


Hari itu kami keluar dari berangkat dari tempat penginapan Dragon Hostel, Mongkok sekitar pukul 9 pagi. Sebelum pergi kami sarapan di KFC yang letaknya dekat dengan hostel kami. Waktu itu saya memesan Soup Macaroni  plus teh panas. Sebenarnya saya suka sekali dengan Soup Macaroni, namun waktu itu saya sama sekali tidak nafsu makan akhirnya saya cuma makan sedikit dan karena saya tidak doyan daging ayamnya (rasanya aneh) saya berikan ke teman saya. Harga per porsi rata rata antara 20-28 HKD. Tips saya, jika sarapan fokuskan saja pada makanan yang ada, jangan banyak bicara atau melakukan aktifitas lain yang menghambat makanan masuk ke mulut. Nah dengan cara seperti itu, keesokan harinya saya bisa menghabiskan menu sarapan saya. Karena saya cuma makan sedikit akhirnya saya membeli roti di Seven Eleven harganya hampir sama di Indonesia berkisar antara 5-15 HKD.



Destinasi pertama kami adalah Disneyland, maka dari Stasiun Mongkok kami menuju Lay King ( Jalur merah), agak agak repot mencari jalur merah karena di stasiun ini juga terdapat jalur Hijau. Dari Lay King kami berpindah ke Jalur Orange menuju Sunny Bay. Dari Sunny Bay kami turun untuk ganti kereta khusus yang menuju Disneyland Resort, kereta sangat khas yaitu dengan jendela kepala Mickey Mouse. Dari Stasiun Mongkok hingga sampai Disneyland Resort ditempuh dengan waktui kurang lebih 30 menit.

                                                                                                 Stasiun di Disneyland Resort

                                                                            Tampak interior kereta Disneyland dan Stasiun Sunny Bay

                                                                                                                                                                                             Disneyland Resort

Kami tidak berlama lama disini, setelah puas menikmai suasana dan berfoto dia kami melanjutkan perjalanan lagi ke destinasi selanjutnya, yaitu menuju Hongkong Island ,The Peak. Dari Sunny Bay kami naik MTR jalur orange langsung menuju Central di HK Island. Dari Stasiun tersebut kami keluar menuju City Hall, untuk mengetahui dimana kami harus keluar kami selalu mengandalkan peta petunjuk arah yang berada di gerbang exit MTR. Informasi penunjuk arah sangat jelas, sehingga kami tidak tersesat dibuatnya. 


Untuk menuju The Peak kami harus menuju Lower Garden Terminus (Stasiun Tram). Untuk menuju Lower Garden Terminus ada dua cara yaitu dengan naik bus doube decker dengan nomor 15 C. Halte terletak disamping Taman City Hall.


Cara yang kedua adalah berjalan kaki melewati bukit kecil yang berada di seberang City Hall. Tak sengaja kami menemukan papan petunjuk menuju stasiun Tram tersebut, setelah dilihat lihat ternyata lokasinya cukup dekat hingga akhirnya kami memilih untuk berjalan kaki saja. Dimulai dari sini kondisi badan saya mulai ngedrop lagi (pasca insiden mabok laut di Ferry hari sebelumnya). Dengan sekuat tenaga dan mensugesti diri saya akhirnya sampai juga  di Lower Gadern Terminus.

Dari bayangan saya, sebelumnya saya kira Stasiun ini seperti stasiun stasiun kecil semacam Terminal Depok. Ternyata saya salah besar, ternyata stasiunnya terdapat di lantai dasar sebuag gedung (letaknya dibelakang foto diatas). Karena harga tanah di Hongkong amat mahal serta langka, sehingga fasilitas publik sepeti ini biasanya menyatu dengan gedung atau berada di bawah tanah gedung. Harga tiket return adalah 37 HKD. Informasi mengenai Tarif Peak Tram dan Lower Garden Terminus bisa dilihat disini





Jika ingin memotret view sepanjang perjalanan sebaiknya duduk di sisi kanan dan ketika kembali duduk disisi kiri. Jalur yang dilalui sangat curam kurang lebih 45 derajat. Waktu itu saya kurang begitu memperhatikan view diluar selain karena berkabut, kepala saya sudah mulai nyut nyut-an untuk menengok kebelakang saja rasanya sudah mual apalagi jika harus menengok kesana kemari. Yang saya lalukan sepanjang perjalanan (10-15 menit) tersebut adalah duduk diam saja. Oh ya di Lower Terminus Garden juga ditawarkan tiket paket Maddam Tussaude + Sky Terrace. Namun karena menimbang cuaca sedang berkabut kami membatalkan untuk paket Sky Terrace, pun dengan Museum Maddam Tussaude kami pun mengcancel juga, karena setelah membaca review yang pernah kesana kebanyakan tidak masuk juga, selain karena mahal ternyata bagian luar Museum juga selalu dipajang beberapa patung. Waktu itu yang dipajang adalah Pierce Brosnan dan Michelle Yeoh.


Dan beginilah suasana diluar The Peak tertutup oleh kabut yang pekat, waktu itu suhu kurang lebih 7 derajat, otak saya sudah mulai beku dan kata teman saya, bicara saya sudah mulai ngga jelas. Waktu itu saya memakai kaos rangkap 4, satu jaket kaos dan bagian terluar adalah jaket hijau tersebut, syall, kaos tangan, sepatu dengan kaos kaki rangkap dua. Walaupun sudah berlapis lapis dan memakai jilbab tetap saja otak saya mulai beku. Setelah dari Maddam Tussaude kami makan siang di Burger King, di kondisi normal kita bisa melihat view kota Hongkong dari sini. Menurut informasi senior saya yang tinggal di Hongkong, saat yang tepat untuk mengunjungi Hongkong adalah bulan Oktober dimana udara tidak terlalu panas, tidak terlalu dingin dan langit biasanya cerah. Jika ingin berdingin dingin ria seperti kami maka kunjungi Hongkong di bulan Februari sama seperti kami dimana Hongkong sedang dalam masa puncak musim dingin.

Ada pemandangan konyol selama kami disini, saya melihat ada bule yang jogging hanya mengenakan kaos lengan pendek serta celana lari yang pendek. Bwahahaha sangat kontras dengan kondisi saya. Oh ya menurut teman saya Aga, ada dua cewek yang sedang makan Ice Cream di bangku taman *tepok jidat*.

Setelah puas menikmati The Peak kami memutuskan untuk turun, di Lower Garden Terminus ini kondisi saya sudah kepayahan sekali, sudah kayak orang bego (jalan jalan dengan konsidi tidak fit sungguh tidak mengenakkan). Padahal sewaktu di Burger King saya sudah minum Panadol. Untuk kembali menuku City Hall kami naik bus 15 C, halte terletak di pintu keluar Lower Terminus Garden. Tarifnya 4,5 HKD dan kami memakai Octopus Card kami. Dari Central kami menuju Stasiun Causeway Bay untuk menuju Time Square. Bagian paling konyol adalah, semula kami mengira Time Square itu seperti yang ada di New York namun ternyata disini adalah sebuah Mall Megah. Yang kami sukai juga adalah didepan Time Square ada bunga tulip yang ditanam dengan pola berbentuk hati.... it's was so beautifull.







Setelah puas mengunjungi Time Square kami masuk kemabali ke Stasiun Causeway Bay yang terletak di bawah tanah Gedung Time Square untuk menuju Stasiun Tsim Sha Tsui. Destinasi kami selanjutnya adalah Avenue Stars dan Simphony of Light. Dari Stasiun kami mengikuti papan petunjuk, lokasi Avenue Stars berada di belakang SOGO.





Sambil menunggu Simphony of Light dimulai yaitu pukul 20.00 kami hunting foto foto disekitaran Avenue Stars. Lokasi terbaik untuk menyaksikan Simphony Of Light adalah di depan Tugu Jam Avenue Stars. Karena waktu itu langit berkabut, pertunjukan laser yang berlangsung 15 menit tersebut tidak terlalu spektakuler seperti yang kami googling sebelumnya, namun tentu saja tidak membuat kami kecewa, kami selalu menikmati moment moment kami sepanjang travelling walaupun kadang ada satu dua hal yang mengganggu namun kami abaikan saja. Perjalanan ini merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan karena saya memiliki partner travelling yang menyenangkan. Perlu diingat selalu cari teman travelling yang asyik, karena perjalanan panjang sangat rentan dengan terjadi masalah yang walau sepele kadang bisa menggangu trip.

Dari Shimphony of Light kami menuju Stasiun Tsim Sha tsui untuk menuju Ladies Market yang terletak di dekat Stasiun Mongkok. Sebelumnya kami mencari makan malam terlebih dahulu. Karena teman saya ingin mecari kuliner khas Hongkong akhirnya kami berjalan asal menyusuri jalan demi jalan di sekitaran Kowloon.


Iseng iseng kami berbelok dan naik tangga yang berada di bawah ini, kami kira karena lokasinya berada di lorong seperti itu maka bakal ada tempat makan yang enak dan murah. Ternyata dugaan kami salah, ternyata tempat tersebut tongkrongan expatriat mirip mirip Kemang gitulah. Setelah melihat harga menu makanan kami langsung jiper. Wah ngga cocok nih ama kantong. Akhirnya kami memutuskan untuk keluar saja. 


Sepanjang perjalanan mencari tempat makan, saya melihat disamping kanan kiri terdapat banyak sekali Bridal Shop, sepertinya ini kawasan pertokoan perlengakapan pernikahan. Saya lupa berada dijalan apa.




Setelah berjalan kesana kemari akhirnya kami memutuskan untuk makan di Kedai Thailand, karena mencari aman saya memesan nasi goreng vegetarian saja. Nasi gorengnya lumayan enak dan porsinya sangat sangat besar. Disebelah kami ada mbak mbak yang makan Tom Yum dan makan lain dengan menu yang sangat besar, apadahal dia sendirian.

Sehabis makan semula kami memutuskan untuk naik MTR atau bus namun akhirnya kami lebih memilih untuk berjalan kaki menuju Ladiyanes Market. Perjalanan kami dimulai dari Austin Strett hingga Mongkok, kurang lebih kalo dihitung dari Anenue Stars kami berjalan lebih 2 Km. Namun sayang sesampai Ladies Market toko toko sudah mulai tutup, seperti yang saya baca Ladies Market benar benar surga belanja buat wanita. Banyak barang lucu, keren disini yang bisa didapatkan dengan harga miring. Namun karena dari awal sudah berniat untuk tidak belanja akhirnya saya cuma beli 3 kaos seharga 60 HKD untuk oleh oleh. Tips disini adalah tawarlah harga sesadis mungkin karena mereka juga menaikkan harga dengan sadis pula. Untuk penjual yang masih muda proses tawar menawar lebih enak, namun untuk penjual yang sudah tua tawar menawar tidaklah enak. Jika dia sudah malas dengan tawaran kita, dia akan cuek saja dan ngeloyor untuk melayani customer lain. Saya mengalami sendiri kejadian tersebut, waktu itu saya ingin membeli tas cewek warna merah, dia membuka harga di angka 250 HKD, begitu saya tawar 100 HKD dia langsung cuek bebek ngeloyor meninggalkan saya. 


Kesimpulan travelling hari ketiga ini sangat menyenangkan.

7 April 2011

Bebek Kaleyo Tebet

Berawal dari ajakan teman saya akhirnya makanlah kami di warung Bebek Kaleyo Tebet, yang kebetulan baru saja buka cabang disana. Menurut info teman saya ini Bebek Kaleyo is The Best in Town, hmmm semula agak agak ngga percaya karena menurut saya saat itu yang paling enak adalah Bebek Pak Slamet. Namun setelah mencoba sendiri mau tidak mau saya harus merevisi pendapat saya tersebut.

Menu Bebek Kaleyo Cabe Hijau (foto hasil googling)

Sebelum berangkat saya sempat googling mengenai menu yang paling recomended, dari hasil googling Bebek Cabe Hijau adalah yang paling direkomendasikan. Akhirnya saya pun memesan Bebek Cabe Hijau selain karena banyak yang merekomendasikan, toping cabe hijau sudah membuat saya ngiler, karena eh karena saya pecinta makanan pedas. Oh iya penyajian sambelnya tidak per menu seperti di Warung Bebek Pak Slamet, disini Sambel disajikan per meja dalam satu wadah, sehingga bisa mengambil sambel suka suka. Buat pecinta sambel pasti sangat terpuaskan. Namun menurut saya sambel bebek di Pak Slamet jauh lebih nendang dibanding di Bebek Kaleyo. Harga seporsi menu ini cukup murah yaitu Rp. 16.000,00. Supaya lebih nyaman makan disini, lebih baik hindari makan di jam jam sibuk seperti jam makan siang atau makan malam juga pada hari libur, karena meskipun ruangan luas, bangku yang disediakan juga banyak namun antrian pengunjung tetap banyak juga. Jadi untuk menghindari ketidaknyamanan karena berisik atau diusir secara halus lebih baik makan di jam tanggung saja. Oh ya menurut saya lebih nyaman makan diruangan yang ber AC, jadi meskipun kepedasan karena sambel badan tidak basah oleh keringat.

Bakso Malang AA Depok

Sebenarnya saya kurang begitu suka dengan bakso, tapi kalo bakso malang saya suka sekali, karena isinya campur campur bukan hanya bakso saja. Di Bakso Malang biasanya ada Bakso, Bakso goreng, Pangsit Goreng, Pangsit Basah dan Tahu. Nah warung Bakso Malang Favorit saya ada Bakso Malang AA yang terletak di Depok.


Bakso Malang nya enaaakkk sekali bumbu kuahnya rasanya mantap bukan rasa mecin seperti kuah bakso kebanyakan.  Nah disini kita bisa pesan bakso suka suka, inilah yang saya suka karena saya bisa pesan tanpa bakso seperti gambar diatas. Biasanya saya hanya pesan Pangsit goreng, Pangsit basah dan Tahu saja. Bakso Malang sangat cocok dinikmati malam malam apalagi sehabis hujan, yummmyy....nikmat sekaliiiii.Dan yang paling penting tempat beserta peralatan makannya bersih.

Lokasinya berada di Bakso Malang AA. Jln. Arief Rahman Hakim 79. Depok, Jawa Barat. Letaknya sebelum Fly Over Depok arah menuju jalan Margonda. Meskipun saat ini saya sudah tidak tinggal di Depok, terkadang saya masih suka mampir disini jika sedang ada keperluan di Depok. Rasanya kangen Depok nih, Depok sangat nyaman sebagai tempat tinggal selain itu Depok juga surga makanan dan harganya juga tidak terlalu mahal pula.

[Travelling] : Kuala Lumpur - Makau #day 2


Dihari kedua, semula kami berencana untuk mengeksplor kota Kuala Lumpur dengan mengendarai Bus Hop On Hop Off. Bus Hop On Hop Off adalah bus yang rutenya melewati daerah wisata di Kuala Lumpur dengan tiket terusan, jadi kita cukup membayar satu kali tiket seterusnya kita bisa naik bus tersebut berkali kali tergantung kita membeli tiket untuk 24 jam atau 48 jam. Info lebih lanjut bisa dilihat disini Hop On Hop Off Bus.


Namun sebelum berangkat kami memutuskan untuk merubah rencana tersebut dengan jalan disekitaran KLCC saja, mengingat waktu cukup pendek sedangkan pukul 17.15 harus take off menuju Makau. Dari penginapan di Hostel Cosmopolitan kami berjalan menuju Stesen Monorel Chowkit yang letaknya 200 m dari hostel. 

  di Stesen Chow Kit


Untuk menuju Stesen Bukit Nanas kami dikenai tarif 2.1 MYR, dari stesen tersebut kami lanjutkan berjalan kaki menuju KLCC, kurang lebih sejauh 200-300 m. Sesampainya di KLCC kami langsung masuk ke dalam Mall untuk menuju gedung bagian belakang, karena dari situ baru terlihat jembatan yang menghubungkan dua gedung pencakar langit itu. Ternyata hari itu cuaca sangat terik 33 derajat Celcius dan sekitar area kolam sangat menyilaukan karena terkena pantulan cahaya matahari dari air kolam. Karena kepanasan akhirnya kami menuju Starbuck untuk berteduh dan mencari minum, hahaha maklum backpaker nanggung. 

 di Starbuck KLCC

Nah disini kami kongkow cukup lama sambil sesekali iseng narsis dan itung itung uang MYR kita. Wah ternyata setelah dihitung hitung kok masih banyak....hahaha seketika merasa kaya dinegeri orang deh. Setelah puas ber AC ria kami berfoto foto dengan background gedung Petronas. Oh ya ternyata di area KLCC menyediakan krain air minum yang terletak setelah jembatan di bagian belakang kolam. Pukul 12.00 siang kami pun memutuskan untuk makan siang, akhirnya kami memutuskan untuk makan KFC saja. Oh ya menu KFC di sana berbeda dengan KFC Indonesia, untuk nasi mereka memakai nasi lemak rasanya enak sekali, sedangkan sausnya sambalnya tidak terasa pedas. Sebenarnya jatah waktu makan siang kita cuma 30 menit karena pukul 13.00 kita seharusnya sudah di Stesen Monorel Bukit Nanas untuk menuju Bandara. 
 


Sepertinya kali ini kita kualat gara gara sebelumnya sempat berjumawa sok kaya dan kongkow ria di Starbuck dan berlama lama di KLCC, akhirnya molor dan kami terlambat. Karena waktu sudah mepet sekali akhirnya dari KLCC kami naik taksi menuju stesen  monorel Medan Tuanku. Kita tiba di stesen tersebut pukul 14.03, molor satu jam dari rencana kami cukup dag dig dug karena perjalanan menuju KL sentral akan ditempuh dalam waktu 30 menit. Sepanjang perjalanan kita sudah dag dig dug dan tambah gregetan karena kereta berhenti cukup lama di Sambanthan. Akhirnya kami tiba di KL Sentral sekitar pukul 14.30 dan kami langsung buru buru menuju ke Halte Skybus, apesnya saat itu terminal Sky Bus sedang under construction yang memaksa kita untuk jalan memutar. Dari kejauhan kita masih melihat Sky Bus keberangkatan pukul 14.30 masih ada, namun sayang seribu sayang tinggal 2 seat sementara kita berempat akhirnya kami tidak jadi naik dan akan naik bus berikutnya. Menurut info mas nya yang jual tiket naik bus jam 15.00 masih bisa mengejar flight pukul 17.15, namun begitu kami masih panik karena belum check-in Air Asia. Sebelumnya kami sempat mencoba check-in sayang server AA sedang error, dan ketika kami mencoba lagi ternyata online check-in hanya berlaku maksimal 4 jam sebelum penerbangan. 


Sempat bimbang antara naik bus lain atau tetap Sky Bus, akhirnya kami tetap memutuskan untuk naik Sky Bus pukul 15.00. Ketika kami sudah anteng duduk didalam bus tersebut, tiba tib akami disuruh turun untuk ganti ke Sky Bus yang lain *haduhhh*. Bus baru berangkat pukul 15.07 dengan estimasi perjalanan 1 jam 15 menit mana kami akan tiba di LCCT pukul 16.15 mepet sekali dengan jam tutupnya counter check-in yaitu pukul 16.30. Sepanjang perjalanan kami spot jantung, dan bahkan saya sendiri sudah membayangkan kalo kami akan ketinggalan pesawat dan hanya akan berwisata di Malaysia saja *nangis nangis darah*. Pukul 16.20 kami sampai di halte LCCT, dengan sigap kami langsung berlari menuju terminal keberangkatan international, didalam terminal keberangkatan kami sempat kebingungan untuk mencari counter check-in. Teman mencoba check-in di kios self check-in sementara saya tidak sengaja menemukan layar daftar counter check-in dan gate penerbangang. Saat itu counter penerbangan ke Makau R-36 masih berstatus open, namun ketika saya saya mencari teman teman saya , mereka menuju gate T-11. Setelah bertanya ke beberapa petugas akhirnya kami menemukan counter R-36 yang ternyata nyelip entah berantah. Oh God Terminal Keberangkatan LCCT Kuala Lumpur ini benar benar kacau zoningnya. Dan ketika tiba di counter tersebut ternyata sudah tutup....lemaslah kami *elap keringat*. Tapi Alhamdulillah si mbak counter R-36 ini menyuruh kami untuk chek-in di R-26 yang ternyata antri juga *haduhhh, pala makin puyeng*. Dalam puncak kepanika tiba tiba datang supervisor AA, semula saya kira dia akan bilang kalo kami tidak boleh check-in lagi ...but voilla Supervisor tersebut meminta mbak mbak di counter R-17 untuk membantu kami check-in. Alhamdulillah ya Allah akhirnya kami menujuuuuuu MAKAUUUUUUUU. 

Eitss tapi tunggu dulu, itu baru lepas dari counter check-in, perjalanan menuju pesawat masih jauh. Karena kami membawa bagasi, kami disuruh meletakkan tas kami begitu saja di counter R-26 dan menyuruh kami meninggalkannya, dalam bayangan kami emang bakalan nyampe di pesawat kah. Ah sudahlah karena disuruh meninggalkannya akhirnya kami lari pontang panting menuju gate T-11. Pertama kali kami melewati sekuriti bagian pemeriksaan tiket dan paspor, selanjutnya kami naik escalator kemudian ke bagian pemerikasaan imigrasi dan pemeriksaan sekuriti, proses berlangsung cepat sekali hampir tidak terekam dalam pikiran. Setelah selesai pemeriksaan kami langsung berlari turun lagi dengan escalator menuju gate T-11. Ketika kami  turun di ecalator teman saya Gita mendengar kalo penerbangan kita sudah last call, karena panik luar biasa dari escalator tersebut kami berlari melewati para penumpang di barisan kursi tunggu menuju gate T-11. Hmmm lumayan juga lari 30 meteran dengan beban carrier 7-8 kg. Setelah selesai pemeriksaan Boading Pass dan Paspor Aga, Saya dan Gita segera berlari sekuat tenaga menuju pesawat...dan jaraknya kurang lebih 100 meteran...whatttt!!!. Eitsss tunggu dulu.....masih ada kejadian konyol lagi nih.  Baru lari 20 meteran tiba tiba saya dipanggil lagi untuk mengembalikan paspor Radit. Mau tidak mau saya kembali lagi dengan berlari menuju gate T-11, ternyata Radit mengira paspornya kebawa sama saya....adeuhhh tiba tiba lemas deh saya, paspor Radit ilang....masakk kami batal ke Makauuuu di last minutes. Saya dan Gita pun bilang ke Radit untuk memeriksa tasnya kembali......dan setelah diperiksa kembali ternyata paspornya masih di dalam tas....Gedubrakkkkkkk, aihhhh ada ada aja deh.  Kalo dipikir pikir apakah karena kita kualat ama gaya sok kaya sebelumnya nih *duhhh*.

Perjalanan menuju pesawat berasa puluhan kilometer ditambah lorong menuju pesawat hanya berupa lorong terbuka yang panasnya luar biasa, sudah gitu pas kita lari lari disorakin ama kru bagasi Air Asia....hadehhh tengsin berat dah. Dari kejauhan pesawat masih keliatan,  tapi jauhnyaaaaa *elap keringat*. Setelah ngos ngosan berlari akhirnya kami tiba dipesawat juga deh, kedatangan kami disampul kepulan uap AC pesawat, masih dengan napas ngos ngos-an kami mencari tempat duduk. Ada nih satu kejadian yang bikin speechless lagi, ternyata kita bukan penumpang terakhir, setelah kita masih ada 10an penumpang lagi yang lebih telat sampainya.....hahahaha cuma bisa mlongo deh. Bagian yang terpenting akhirnya kita terbang menuju Makau dongggg.

Karena perjalanan hampir 4 jam, maka sebelumnya kami memesan makan malam via online. Waktu itu Saya memesan Nasi Bukhara Briyani, rasanya enak. berhubung perjalanan panjang akhirnya kami tidur. Kurang lebih pukul 20.30 pesawat tiba di Bandara International Makau, dari kejauhan kami disambut oleh cahaya lampu dari Bianglala yang terletak diatas gedung bandara serta lampu lampu dari Casino Casino yang ada di Makau....wooowww banget. Ketika menjejakkan kaki di landasan bandara kami disambut oleh udara Makau yang bersuhu 6 derajat...super dingin. Setelah proses imigrasi kami memutuskan naik taksi menuju Ferry Terminal. Wah benar kata para traveller, supir taxi di Makau pembalap semua. Perjalanan dari Bandara ke Ferry Terminal kami tempuh kurang lebih 15 menit dengan tarif 80 MOP (tarif taksi+ tarif malam+bagasi). 


Untuk menuju Hongkong kami naik First Ferry Makau seharga 175 HKD (tarif malam), tarif siang adalah 133 HKD. Perjalanan menuju Hongkong ditempuh kurang lebih satu jam, namun karena saat itu cuaca sedang buruk dan ombak tinggi maka perjalanan menjadi lebih lama. Dan kejadian yang dilluar perkiraan saya terjadi deh, sekitar 20 menit perjalanan saya akhirnya tidak kuat dan mabuk laut....hadeuhhh rasanya benar benar tidak enak sekali, saat itu ternyata Aga dan Radit teler juga, namun tidak sampai muntah seperti saya. Saran saya jika mau ke Hongkong lebih baik langsung saja memakai flight ke Hongkong, jika terpaksanya naik ferry lebih baik naik yang siang. Oh ya jangan sok sok an juga karena udah pernah naik ferry bukan berarti bisa tahan banting disini, ingat minumlah antimo satu atau setengah jam sebelum perjalanan.  Minum antimo ketika sudah dikapal adalah usaha sia sia dan mungkin akan bernasib seperti saya :(. 


Kapal kami ternyata yang paling akhir, oleh karena itu imigrasi di Hongkong sangat lengang. Sebelum menuju imigrasi saya ke toilet untuk touch up muka yang lecek terlebih dahulu. Menurut info temen Imigrasi Hongkong agak sulit, makanya saya  tak mau terlihat sedang teler berat. Ketika mengisi lembaran kartu imigrasi, ternyata saya yang paling akhir. Karena masih teler saya agak lamban mengisinya, sebelumnya pernah mengisi di kapal namun terbawa oleh teman saya. Sementara ibu ibu imigrasi itu meminta saya untuk buru buru mengisi (tapi dalam bahasa Hongkong).... inimah Jaka Sembung naik ojek...alias ngga nyambung jek. Selesai mengisi saya menuju petugas imigrasi, yang ternyata langsung tok tok tok ngasih cap. Petugas tidak tanya ini itu mungkin dikarenakan saya customer terakhir dan mereka segera ingin pulang hahahaha. Dari China Ferry Terminal kami naik taksi untuk menuju Dragon Hostel di Sincere Building, perjalanan cukup lancar dengan tarif 45 HKD. Sesampainya dikamar hostel kami benar benar bahagia karena kamar begitu bersih dan rapi, ahh kekesalan kami selama di Cosmopolitan Hostel KL terobati deh. Malam itu saya langsung minum obat dan tidur dengan memakai baju berangkap rangkap. Alhamdulillah malam itu saya bisa beristirahat dan tidur dengan nyaman.