7 April 2011

Bebek Kaleyo Tebet

Berawal dari ajakan teman saya akhirnya makanlah kami di warung Bebek Kaleyo Tebet, yang kebetulan baru saja buka cabang disana. Menurut info teman saya ini Bebek Kaleyo is The Best in Town, hmmm semula agak agak ngga percaya karena menurut saya saat itu yang paling enak adalah Bebek Pak Slamet. Namun setelah mencoba sendiri mau tidak mau saya harus merevisi pendapat saya tersebut.

Menu Bebek Kaleyo Cabe Hijau (foto hasil googling)

Sebelum berangkat saya sempat googling mengenai menu yang paling recomended, dari hasil googling Bebek Cabe Hijau adalah yang paling direkomendasikan. Akhirnya saya pun memesan Bebek Cabe Hijau selain karena banyak yang merekomendasikan, toping cabe hijau sudah membuat saya ngiler, karena eh karena saya pecinta makanan pedas. Oh iya penyajian sambelnya tidak per menu seperti di Warung Bebek Pak Slamet, disini Sambel disajikan per meja dalam satu wadah, sehingga bisa mengambil sambel suka suka. Buat pecinta sambel pasti sangat terpuaskan. Namun menurut saya sambel bebek di Pak Slamet jauh lebih nendang dibanding di Bebek Kaleyo. Harga seporsi menu ini cukup murah yaitu Rp. 16.000,00. Supaya lebih nyaman makan disini, lebih baik hindari makan di jam jam sibuk seperti jam makan siang atau makan malam juga pada hari libur, karena meskipun ruangan luas, bangku yang disediakan juga banyak namun antrian pengunjung tetap banyak juga. Jadi untuk menghindari ketidaknyamanan karena berisik atau diusir secara halus lebih baik makan di jam tanggung saja. Oh ya menurut saya lebih nyaman makan diruangan yang ber AC, jadi meskipun kepedasan karena sambel badan tidak basah oleh keringat.

Bakso Malang AA Depok

Sebenarnya saya kurang begitu suka dengan bakso, tapi kalo bakso malang saya suka sekali, karena isinya campur campur bukan hanya bakso saja. Di Bakso Malang biasanya ada Bakso, Bakso goreng, Pangsit Goreng, Pangsit Basah dan Tahu. Nah warung Bakso Malang Favorit saya ada Bakso Malang AA yang terletak di Depok.


Bakso Malang nya enaaakkk sekali bumbu kuahnya rasanya mantap bukan rasa mecin seperti kuah bakso kebanyakan.  Nah disini kita bisa pesan bakso suka suka, inilah yang saya suka karena saya bisa pesan tanpa bakso seperti gambar diatas. Biasanya saya hanya pesan Pangsit goreng, Pangsit basah dan Tahu saja. Bakso Malang sangat cocok dinikmati malam malam apalagi sehabis hujan, yummmyy....nikmat sekaliiiii.Dan yang paling penting tempat beserta peralatan makannya bersih.

Lokasinya berada di Bakso Malang AA. Jln. Arief Rahman Hakim 79. Depok, Jawa Barat. Letaknya sebelum Fly Over Depok arah menuju jalan Margonda. Meskipun saat ini saya sudah tidak tinggal di Depok, terkadang saya masih suka mampir disini jika sedang ada keperluan di Depok. Rasanya kangen Depok nih, Depok sangat nyaman sebagai tempat tinggal selain itu Depok juga surga makanan dan harganya juga tidak terlalu mahal pula.

[Travelling] : Kuala Lumpur - Makau #day 2


Dihari kedua, semula kami berencana untuk mengeksplor kota Kuala Lumpur dengan mengendarai Bus Hop On Hop Off. Bus Hop On Hop Off adalah bus yang rutenya melewati daerah wisata di Kuala Lumpur dengan tiket terusan, jadi kita cukup membayar satu kali tiket seterusnya kita bisa naik bus tersebut berkali kali tergantung kita membeli tiket untuk 24 jam atau 48 jam. Info lebih lanjut bisa dilihat disini Hop On Hop Off Bus.


Namun sebelum berangkat kami memutuskan untuk merubah rencana tersebut dengan jalan disekitaran KLCC saja, mengingat waktu cukup pendek sedangkan pukul 17.15 harus take off menuju Makau. Dari penginapan di Hostel Cosmopolitan kami berjalan menuju Stesen Monorel Chowkit yang letaknya 200 m dari hostel. 

  di Stesen Chow Kit


Untuk menuju Stesen Bukit Nanas kami dikenai tarif 2.1 MYR, dari stesen tersebut kami lanjutkan berjalan kaki menuju KLCC, kurang lebih sejauh 200-300 m. Sesampainya di KLCC kami langsung masuk ke dalam Mall untuk menuju gedung bagian belakang, karena dari situ baru terlihat jembatan yang menghubungkan dua gedung pencakar langit itu. Ternyata hari itu cuaca sangat terik 33 derajat Celcius dan sekitar area kolam sangat menyilaukan karena terkena pantulan cahaya matahari dari air kolam. Karena kepanasan akhirnya kami menuju Starbuck untuk berteduh dan mencari minum, hahaha maklum backpaker nanggung. 

 di Starbuck KLCC

Nah disini kami kongkow cukup lama sambil sesekali iseng narsis dan itung itung uang MYR kita. Wah ternyata setelah dihitung hitung kok masih banyak....hahaha seketika merasa kaya dinegeri orang deh. Setelah puas ber AC ria kami berfoto foto dengan background gedung Petronas. Oh ya ternyata di area KLCC menyediakan krain air minum yang terletak setelah jembatan di bagian belakang kolam. Pukul 12.00 siang kami pun memutuskan untuk makan siang, akhirnya kami memutuskan untuk makan KFC saja. Oh ya menu KFC di sana berbeda dengan KFC Indonesia, untuk nasi mereka memakai nasi lemak rasanya enak sekali, sedangkan sausnya sambalnya tidak terasa pedas. Sebenarnya jatah waktu makan siang kita cuma 30 menit karena pukul 13.00 kita seharusnya sudah di Stesen Monorel Bukit Nanas untuk menuju Bandara. 
 


Sepertinya kali ini kita kualat gara gara sebelumnya sempat berjumawa sok kaya dan kongkow ria di Starbuck dan berlama lama di KLCC, akhirnya molor dan kami terlambat. Karena waktu sudah mepet sekali akhirnya dari KLCC kami naik taksi menuju stesen  monorel Medan Tuanku. Kita tiba di stesen tersebut pukul 14.03, molor satu jam dari rencana kami cukup dag dig dug karena perjalanan menuju KL sentral akan ditempuh dalam waktu 30 menit. Sepanjang perjalanan kita sudah dag dig dug dan tambah gregetan karena kereta berhenti cukup lama di Sambanthan. Akhirnya kami tiba di KL Sentral sekitar pukul 14.30 dan kami langsung buru buru menuju ke Halte Skybus, apesnya saat itu terminal Sky Bus sedang under construction yang memaksa kita untuk jalan memutar. Dari kejauhan kita masih melihat Sky Bus keberangkatan pukul 14.30 masih ada, namun sayang seribu sayang tinggal 2 seat sementara kita berempat akhirnya kami tidak jadi naik dan akan naik bus berikutnya. Menurut info mas nya yang jual tiket naik bus jam 15.00 masih bisa mengejar flight pukul 17.15, namun begitu kami masih panik karena belum check-in Air Asia. Sebelumnya kami sempat mencoba check-in sayang server AA sedang error, dan ketika kami mencoba lagi ternyata online check-in hanya berlaku maksimal 4 jam sebelum penerbangan. 


Sempat bimbang antara naik bus lain atau tetap Sky Bus, akhirnya kami tetap memutuskan untuk naik Sky Bus pukul 15.00. Ketika kami sudah anteng duduk didalam bus tersebut, tiba tib akami disuruh turun untuk ganti ke Sky Bus yang lain *haduhhh*. Bus baru berangkat pukul 15.07 dengan estimasi perjalanan 1 jam 15 menit mana kami akan tiba di LCCT pukul 16.15 mepet sekali dengan jam tutupnya counter check-in yaitu pukul 16.30. Sepanjang perjalanan kami spot jantung, dan bahkan saya sendiri sudah membayangkan kalo kami akan ketinggalan pesawat dan hanya akan berwisata di Malaysia saja *nangis nangis darah*. Pukul 16.20 kami sampai di halte LCCT, dengan sigap kami langsung berlari menuju terminal keberangkatan international, didalam terminal keberangkatan kami sempat kebingungan untuk mencari counter check-in. Teman mencoba check-in di kios self check-in sementara saya tidak sengaja menemukan layar daftar counter check-in dan gate penerbangang. Saat itu counter penerbangan ke Makau R-36 masih berstatus open, namun ketika saya saya mencari teman teman saya , mereka menuju gate T-11. Setelah bertanya ke beberapa petugas akhirnya kami menemukan counter R-36 yang ternyata nyelip entah berantah. Oh God Terminal Keberangkatan LCCT Kuala Lumpur ini benar benar kacau zoningnya. Dan ketika tiba di counter tersebut ternyata sudah tutup....lemaslah kami *elap keringat*. Tapi Alhamdulillah si mbak counter R-36 ini menyuruh kami untuk chek-in di R-26 yang ternyata antri juga *haduhhh, pala makin puyeng*. Dalam puncak kepanika tiba tiba datang supervisor AA, semula saya kira dia akan bilang kalo kami tidak boleh check-in lagi ...but voilla Supervisor tersebut meminta mbak mbak di counter R-17 untuk membantu kami check-in. Alhamdulillah ya Allah akhirnya kami menujuuuuuu MAKAUUUUUUUU. 

Eitss tapi tunggu dulu, itu baru lepas dari counter check-in, perjalanan menuju pesawat masih jauh. Karena kami membawa bagasi, kami disuruh meletakkan tas kami begitu saja di counter R-26 dan menyuruh kami meninggalkannya, dalam bayangan kami emang bakalan nyampe di pesawat kah. Ah sudahlah karena disuruh meninggalkannya akhirnya kami lari pontang panting menuju gate T-11. Pertama kali kami melewati sekuriti bagian pemeriksaan tiket dan paspor, selanjutnya kami naik escalator kemudian ke bagian pemerikasaan imigrasi dan pemeriksaan sekuriti, proses berlangsung cepat sekali hampir tidak terekam dalam pikiran. Setelah selesai pemeriksaan kami langsung berlari turun lagi dengan escalator menuju gate T-11. Ketika kami  turun di ecalator teman saya Gita mendengar kalo penerbangan kita sudah last call, karena panik luar biasa dari escalator tersebut kami berlari melewati para penumpang di barisan kursi tunggu menuju gate T-11. Hmmm lumayan juga lari 30 meteran dengan beban carrier 7-8 kg. Setelah selesai pemeriksaan Boading Pass dan Paspor Aga, Saya dan Gita segera berlari sekuat tenaga menuju pesawat...dan jaraknya kurang lebih 100 meteran...whatttt!!!. Eitsss tunggu dulu.....masih ada kejadian konyol lagi nih.  Baru lari 20 meteran tiba tiba saya dipanggil lagi untuk mengembalikan paspor Radit. Mau tidak mau saya kembali lagi dengan berlari menuju gate T-11, ternyata Radit mengira paspornya kebawa sama saya....adeuhhh tiba tiba lemas deh saya, paspor Radit ilang....masakk kami batal ke Makauuuu di last minutes. Saya dan Gita pun bilang ke Radit untuk memeriksa tasnya kembali......dan setelah diperiksa kembali ternyata paspornya masih di dalam tas....Gedubrakkkkkkk, aihhhh ada ada aja deh.  Kalo dipikir pikir apakah karena kita kualat ama gaya sok kaya sebelumnya nih *duhhh*.

Perjalanan menuju pesawat berasa puluhan kilometer ditambah lorong menuju pesawat hanya berupa lorong terbuka yang panasnya luar biasa, sudah gitu pas kita lari lari disorakin ama kru bagasi Air Asia....hadehhh tengsin berat dah. Dari kejauhan pesawat masih keliatan,  tapi jauhnyaaaaa *elap keringat*. Setelah ngos ngosan berlari akhirnya kami tiba dipesawat juga deh, kedatangan kami disampul kepulan uap AC pesawat, masih dengan napas ngos ngos-an kami mencari tempat duduk. Ada nih satu kejadian yang bikin speechless lagi, ternyata kita bukan penumpang terakhir, setelah kita masih ada 10an penumpang lagi yang lebih telat sampainya.....hahahaha cuma bisa mlongo deh. Bagian yang terpenting akhirnya kita terbang menuju Makau dongggg.

Karena perjalanan hampir 4 jam, maka sebelumnya kami memesan makan malam via online. Waktu itu Saya memesan Nasi Bukhara Briyani, rasanya enak. berhubung perjalanan panjang akhirnya kami tidur. Kurang lebih pukul 20.30 pesawat tiba di Bandara International Makau, dari kejauhan kami disambut oleh cahaya lampu dari Bianglala yang terletak diatas gedung bandara serta lampu lampu dari Casino Casino yang ada di Makau....wooowww banget. Ketika menjejakkan kaki di landasan bandara kami disambut oleh udara Makau yang bersuhu 6 derajat...super dingin. Setelah proses imigrasi kami memutuskan naik taksi menuju Ferry Terminal. Wah benar kata para traveller, supir taxi di Makau pembalap semua. Perjalanan dari Bandara ke Ferry Terminal kami tempuh kurang lebih 15 menit dengan tarif 80 MOP (tarif taksi+ tarif malam+bagasi). 


Untuk menuju Hongkong kami naik First Ferry Makau seharga 175 HKD (tarif malam), tarif siang adalah 133 HKD. Perjalanan menuju Hongkong ditempuh kurang lebih satu jam, namun karena saat itu cuaca sedang buruk dan ombak tinggi maka perjalanan menjadi lebih lama. Dan kejadian yang dilluar perkiraan saya terjadi deh, sekitar 20 menit perjalanan saya akhirnya tidak kuat dan mabuk laut....hadeuhhh rasanya benar benar tidak enak sekali, saat itu ternyata Aga dan Radit teler juga, namun tidak sampai muntah seperti saya. Saran saya jika mau ke Hongkong lebih baik langsung saja memakai flight ke Hongkong, jika terpaksanya naik ferry lebih baik naik yang siang. Oh ya jangan sok sok an juga karena udah pernah naik ferry bukan berarti bisa tahan banting disini, ingat minumlah antimo satu atau setengah jam sebelum perjalanan.  Minum antimo ketika sudah dikapal adalah usaha sia sia dan mungkin akan bernasib seperti saya :(. 


Kapal kami ternyata yang paling akhir, oleh karena itu imigrasi di Hongkong sangat lengang. Sebelum menuju imigrasi saya ke toilet untuk touch up muka yang lecek terlebih dahulu. Menurut info temen Imigrasi Hongkong agak sulit, makanya saya  tak mau terlihat sedang teler berat. Ketika mengisi lembaran kartu imigrasi, ternyata saya yang paling akhir. Karena masih teler saya agak lamban mengisinya, sebelumnya pernah mengisi di kapal namun terbawa oleh teman saya. Sementara ibu ibu imigrasi itu meminta saya untuk buru buru mengisi (tapi dalam bahasa Hongkong).... inimah Jaka Sembung naik ojek...alias ngga nyambung jek. Selesai mengisi saya menuju petugas imigrasi, yang ternyata langsung tok tok tok ngasih cap. Petugas tidak tanya ini itu mungkin dikarenakan saya customer terakhir dan mereka segera ingin pulang hahahaha. Dari China Ferry Terminal kami naik taksi untuk menuju Dragon Hostel di Sincere Building, perjalanan cukup lancar dengan tarif 45 HKD. Sesampainya dikamar hostel kami benar benar bahagia karena kamar begitu bersih dan rapi, ahh kekesalan kami selama di Cosmopolitan Hostel KL terobati deh. Malam itu saya langsung minum obat dan tidur dengan memakai baju berangkap rangkap. Alhamdulillah malam itu saya bisa beristirahat dan tidur dengan nyaman.

6 April 2011

Makro Photoshoot

Ini adalah foto foto tanaman yang ada di halaman depan rumah. Ibu saya sangat gemar berkebun, meski halaman rumah kami sangat kecil namun banyak loh tanaman hias yang ditanam. Selain langsung ditanam ditanah, sebagian besar tanaman ditaruh didalam pot. Oh ya ternyata ibu menanam pohon cabe juga, mungkin karena kemarin kemarin harga cabe mahal makanya lebih baik menanam sendiri kali. Sayangnya bunga anggreknya sedang tidak mekar.





4 April 2011

Nightmare In The Slippery Road

Hari itu tanggal 1 April 2011, siang hari sekitar pukul 13.00 WIB gerimis tipis, tapi sudah ternyata sudah cukup untuk membasahi jalan dan membuatnya menjadi licin. sebelumnya ketika saya berangkat kondisi belum hujan, namun makin jauh mengendarai sepeda motor ternyata mulai gerimis. Saya memutuskan untuk meneruskan perjalanan karena hanya gerimis tipis, biasanya saya baru akan berbalik arah lagi jika gerimis semakin lebat. 

Kala itu saya hanya memacu motor saya tak lebih dari 50 km/h, setelah melewati lampu merah di Jati Padang. Saya ingat sekali waktu itu di depan saya ada beberapa motor dan dibelakang saya pun ada mobil yang bersamaan melintasi lampu merah tersebut. Saya masih mengendarai motor saya seperti biasa, hingga tiba tiba dari jarak 10 meter dari arah Bank Mandiri setelah Pom Bensin Shell Pejaten ada mobil hitam yang keluar dari parkiran. Dalam Pikiran saya cuma satu hal, ahhhhh jarak yang sama sekali tidak aman dengan kecepatan motor saya nih. Nah demi menghindari mobil hitam tersebut akhirnya saya mencoba untuk banting setir dengan mengarahkan motor saya ke jalur kanan, ah tapi usaha itu ternyata sia sia saja juga. Jika saya meneruskan maka saya tetap akan menabrak mobil tersebut, akhirnya mau tidak mau saya mengerem motor saya, tidak terlalu dalam sekali sebenarnya tapi ternyata saat itu jalanan sudah cukup licin dan terjadilah sliding dan bruuuuuuuuuuuuuuuukkkkkkk terjatuhlah saya dari sepeda motor saya. 

  
Saya masih ingat dengan jelas detik detik menjelang saya jatuh. Sewaktu saya menyadari ban sliding saya otomatis berfikir "yah jatuh deh" dan brukkkkkkkkkkkk.  Dalam sekian detik saya jatuh dan sempat terseret dan saya sangat sangat sangat sadar sekali kalau saya terseret ke jalur kanan dimana dibelakang saya ada sebuah mobil. Oleh karena itu dalam kondisi terseret saya berusaha sekuat tenaga untuk bangkit dan mengarahkan tubuh saya supaya bisa bergeser ke arah kiri. Namun ternyata susah sekali dan saat itu saya merasa pandangan saya gelap sekali. Dalam situasi yang kacau tersebut fikiran saya cuma satu yaitu, cepat cepat bangkit dan lari ke jalur kiri bagaimanapun kondisi badan saya. Akhirnya saya bisa bangkit sendiri dan lari menuju tepi jalan dan saya sama sekali tidak peduli dengan motor saya. Saat sudah di tepi jalan di area yang aman saya melihat sepeda motor saya tergeletak di tengah jalan dengan kondisi sedel yang terbuka dan kemudian beberapa orang langsung menepikan sepeda motor saya. Cuma bisa terperangah, Shock, panik dan  bingung  sekali melihatnya, dalam fikiran saya " hancur deh  tuh motor", dan seketika saya meraba kepala saya, subahanallah helm saya masih ada. Saat itu saya sama sekali belum merasa sakit, yang saya tahu badan saya masih utuh, saya masih bisa berdiri dan masih bisa melihat.....alhamdulillah.

Kemudian ada bapak bapak entah itu penjual gado gado atau penjual kaki lima yang memberi saya air mineral. Semula saya menolaknya namun bapak bapak disekitar saya memaksa saya untuk minum supaya lekas hilang deg deg-annya Akhirnya saya terima dengan tangan yang masih gemetar, dan saya berusaha membuka sedotan dalam plastik tersebut namun usaha saya sia sia saja karena tangan saya tak bisa berhenti bergetar. Saya minum air mineral tersebut hingga habis setelah plastik sedotan dibukakan oleh bapak tersebut. 

Saat saya minum ada bapak bapak yang mendekati saya (yang ternyata tukang parkir di Bank Mandiri) dan mengatakan sesuatu yang intinya "mbak nanti kalo ada kejadian kayak gini lagi, mending mbak tabrak saja mobilnya, tidak usah mengerem atau menghindar nanti mbak yang celaka sendiri kayak gini''. Dalam kondisi yang masih bingung saya mengangguk angguk saja. Kemudian ada bapak bapak disebelahnya yang menyahut "Iya mbak, tadi hampir saja kepala mbak kena (mobil dibelakang)''. Degggggggggggggggg, seketika itu saya terperangah lagi, ternyata kejadiannya begitu mengerikan sekali dan hingga saat ini saya pun masih serem jika membayangkannya, saat itu saya pun mulai merasakan perih di siku tangan dan dengkul kaki.

Ketika saya sudah merasa cukup sadar untuk mengendarai sepeda motor lagi, akhirnya saya mulai menyalakan sepeda motor saya. Oooo mai lampu indikator motornya ternyata mati, double starterpun tak bisa digunakan. Dalam kondisi gerimis kecil saya berusaha meng-engkol sepeda motor saya namun ternyata tidak berhasil, alhamdulillah setelah dibantu bapak penjual gado gado akhirnya motor saya bisa menyala kembali. Saat itu saya bingung mau ke Kost (kebetulan dekat dengan tempat kost saya) atau kembali ke kantor. Akhirnya saya memutuskan untuk ke kantor saja, supaya ada yang bisa dimintain tolong untuk ke bengkel. Pelan pelan saya mengendarai motor menuju kantor, saat itu gerimis dan saya air mata saya pun tak tertahankan untuk keluar. 

Setelah dilihat ternyata baju saya yang warna putih kotor sekali (baju di blog sebelum ini), di bagian lengan sobek padahal jaket saya sama sekali tidak sobek. Bagian belakang dan lengan jaket saya hanya kotor oleh gesekan aspal begitu pula dengan celana jeans di bagian dengkul. Saat itu hanya perih dan benjol dibawah dengkul, untuk pencegahan teman menyarankan untuk mengoleskan counterpain ke sekujur tubuh.....saat itu belum terasa sakitnya hingga menjelang sore baru deh badan mulai pegal pegal. Atas saran rekan rekan saya disarankan untuk ke refleksi, namun saya batalkan karena saat itu tukang pijit yang perempuan sedang ada pasien lain. Ketika saya akan pulang sepeda motor saya diperiksa oleh bos saya, setelah cukup aman akhirnya baru diperbolehkan untuk dibawa (saat itu sudah selesai dibengkelin). 

Malamnya saya kompres dengan air panas dan dilanjutkan dengan pesta counterpain serta salonpas hahahaha. Hampir di seluruh tubuh (terutama bagian kanan) saya olekan counterpain dan di beberapa bagian saya tempelkan Salonpas ( total 8 lembar hahahahah). Setelah dioleskan ternyata rasanya tidak karuan antara hangat dan super dingin sekali, walaupun telah diselimutin rangkap dua ternyata sama saja rasanya, tetap dingin T___T. Paginya ketika bangun alhamdulillah tidak begitu pegal pegal lagi, cuma perih dari luka luka....ooooo ooo tunggu dulu, ternyata memang ada yang terlewatkan. Karena saya tidak merasakan sakit dilengan kiri, maka saya tidak mengoleskan counterpain. Ternyata salah besar, yang ada lengan kiri saya super suakkkittt sekalii. Hasilnya ketika saya akan memakai celana panjang cukup merepotkan dan menyakitkan karena dengkul pinggal dan tangan untuk menarik celana sakit semua T___T.

Saat ini yang masih sakit hanya di bagian kaki saya saja, masih terasa sakit jika digunakan untuk berjalan jauh dan naik turun tangga. Serba salah rasanya mau naik motor repot mengeluarkannya, tapi mau jalan kaki juga sakit. Namun akhirnya saya lebih memilih naik motor untuk jarak dekat. Untuk mengendarai motor jarak jauh rasanya saya belum sanggup, karena hanya melihat mobil hitam dari arah berlawanan saja sudah membuat saya panik. Walaupun ini bukan pertama kalinya saya jatuh dari motor namun bukan berarti saya dengan mudah melewati rasa trauma tersebut. 


Saran saya :

1. Berhati hatilah dan kurangi kecepatan  jika kondisi jalan licin
2. Konsetrasi penuh dengan kondisi di depan karena bisa saja kita taat namun ingat masih banyak pengemudi yang serampangan dijalan
3. Patuhi standart safety riding selalu kenakan Helm standart SNI, Jaket tebal, Kaos tangan, sepatu, dan syall. Jika kalaupun terjadi kecelakaan seperti saya, akan mengurangi resiko terluka di badan. 
4. Selalu patuhi rambu rambu lalu lintas
5. Dan yang paling penting, berdoalah sebelum bepergian.